MARI BANTU NASIB PETANI KITA

Harga pupuk mahal? Hama sulit dikendalikan? Harga panen tidak sesuai harga produksi? Petani bangkrut? kota dipenuhi dengan orang mengadu nasib?.

Itulah realita yang terjadi sekarang. Sebagai negara agraris, Indonesia belum memiliki kemandirian dan kedaulatan kebutuhan pangan.


Berdasarkan data BPS, Indonesia telah mengimpor bahan pangan, baik mentah maupun olahan, senilai 45 triliun rupiah dengan volume impor mencapai 11,33 juta ton. BPS mencatat, Indonesia mengimpor sedikitnya 28 komoditi pangan. (sumber : www.kompasiana.com)

KONDISI PERTANIAN SEKARANG
Sekarang ini diperparah oleh tuntutan hasil. Petani berlomba-lomba meningkatkan hasil pertanian dengan pola kimia yang membabi buta. Dampak burukpun terjadi berupa makanan yang kita konsumsi beracun, udara dan air tercemar hebat, penyakit-penyakit banyak menyerang manusia, anak cucu kita sekarang ini dan sampai kapanpun ikut menikmati dampaknya.


Coba lihatlah berita berikut tentang dampak kimia yang sudah menyerang bayi, klik disini untuk melihatnya

BANTU DAN DUKUNG KAMI
Wilayah Dieng sampai ke wilayah Kalibening (Jawa Tengah) merupakan area pertanian besar. Lingkungan disana 90% penduduknya adalah petani. Hasil pertanian tersebut merupakan penopang untuk sayuran yang di distribusikan ke kota-kota besar di Indonesia. Selama bertahun-tahun masyarakat disana menggunakan dosis tinggi kimia untuk pertanian. 

Lihat kondisi lahan di wilayah tersebut dengan klik disini


Dengan kenyataan itu, dalam rangka menyelamatkan kita sendiri dan petani serta pangan Indonesia, maka kita akan mendidik petani untuk menggunakan organik. Organik itu dapat mereka racik sendiri dari bahan-bahan alami disekitar. Sehingga ketercukupan kebutuhan pertanian dengan biaya yang murah, hasil panen yang bermutu dan lingkungan yang harmonis sehat terwujud.

HAMBATAN KAMI
Merubah pola masyarakat petani untuk menggunakan organik tidak mudah, apalagi mereka mengenal pupuk maupun hormon organik yang mereka beli dipasaran selama ini juga mahal. Jadi mereka akan berpikir "lebih baik menggunakan kimia, reaksinya cepat ditanaman, hama juga cepat mati" tanpa berpikir kelanjutanya hama akan semakin kebal, kerusakan tanah mengerikan, gangguan kesehatan menghadang anak cucu.


Penggunaan Kimia dalam pertanian secara besar-besaran tanpa memperhitungkan dampaknya

Hambatan lain, saat masyarakat tersebut disadarkan beralih ke organik, mereka meraciknya menggunakan alat seadanya, sehingga tanpa jaminan hasil. Dengan seperti itu orang yang sudah memulai organik  akan diremehkan oleh petani kimia lainnya. Pada akhirnya petani organik tersebut menyerah dan kembali ke kimia lagi. Dan dampak buruk lingkungan semakin memburuk.

HASIL POSITIF ORGANIK PERTANIAN
Dengan organik, akan membawa dampak positif jangka panjang berupa :
  1. Masyarakat tersebut sehat dan mencukupi sendiri bahan pertanian.
  2. Petani lain mendapatkan bahan pertanian dengan mudah, Karena hasil olahan tersebut akan dibagikan ke petani secara gratis selama 5 tahun.
  3. Setelah 5 tahun, maka rehabilitasi lahan sudah terwujud. Olahan organik tersebut bisa dijual oleh kelompok tani tersebut, lapangan kerja pun tercipta, sehingga kota-kota besar tidak dipenuhi oleh orang-orang desa untuk mengadu nasib. Indonesia akhirnya bisa mandiri pangan.
  4. Menyelamatkan masyarakat dan bayi dari dampak buruk pestisida.
  5. Mewujudkan pangan Indonesia yang melimpah dan murah.

PERBANDINGAN PERTANIAN KIMIA DAN ORGANIK
Menurut pengalaman petani yang sudah beralih ke organik secara sederhana, dapat di ilustrasikan sebagai berikut :

LANGKAH JITU KAMI
Lewat pengalaman organik, kami akan mendidik dan menggerakan kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah. Target awal kami di tiga daerah dan meluas kedaerah lain. 

Kelompok-kelompok tani yang sudah kami dekati agar beralih ke organik perlu dirangsang dengan peralatan. Peralatan kita instalasi ditempat mereka sehingga mereka memproduksi sendiri kebutuhan pertanian untuk kelompoknya dan masyarakat yang dibagikan secara gratis.

Mereka akan produktif menghasilkan :
  1. Pupuk padat sendiri yang kaya unsur hara
  2. Hormon tanaman NPK dan unsur micro
  3. Perangsang tumbuh dan pembuah
  4. Anti hama
  5. Bakteri Micro starter fermentasi pupuk organik
Kebutuhan peralatan tiap kelompok sekitar Rp27.360.000,00 per kelompok (dua puluh tujuh juta tiga ratus enam puluh ribu).


SUMBANGAN PEDULI LINGKUNGAN DAN PERTANIAN DI SALURKAN KE :
Bantuan teman-teman Pembaca sangat ditunggu untuk menyelamatkan lingkungan kita dan menyelamatkan petani dan bangsa dari keterpurukan pangan.

Penyaluran bantuan teman-teman ke :
1. Langsung ke kelompok tani tersebut,
2. Melalui rekening yang disepakati,
     Rekening BRI = 3068-01-023679-534
     Atas nama Taufikur Rokhman
3. Melaui rekening Paypal : mandrivea@gmail.com

Lembar persetujuan rekening dan peralatan  Klik Disini

Proposal Peduli Petani Klik Disini

Laporan keuangan Realtime akan kami muat pada website ini antara tanggal 5 - 10 setiap bulannya
============
Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi :
Whatsapp :
Taufikur Rokhman = +62 813 384 716 608
Ketua Kelompok Tani (Bp. Yono) : +62 838 4402 4315
PPL : +62 838 4402 4315


Untuk survey lokasi teman-teman bisa datang langsung ke :

Dusun Kebutuh, Desa Kertosari Rt. 02/Rw. 03 Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Google Map : Klik disini

Penjelasan Ketua Kelompok Tani (Bp. Yono)


Apakah daerah kalian juga mengalami hal yang sama??.

Mari kita menjadi relawan lingkungan dan menyelamatkan petani kita, menyelamatkan kita dari dampak buruk kimia dan menyelamatkan Indonesia dari gangguan kesehatan dan keterpurukan harga pangan yang mahal. Sisihkan bantuan kalian dan kami akan merambah kedaerah kalian jika orang-orang yang berdonasi semakin banyak.